Momentum Idulfitri juga dinilai memiliki makna spiritual yang mendalam bagi warga binaan. Hari kemenangan tersebut diharapkan menjadi sarana introspeksi diri untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Dengan demikian, ketika kembali ke tengah masyarakat, para warga binaan diharapkan mampu berkontribusi secara positif dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pihak Lapas Lamongan menegaskan bahwa pemberian remisi dilakukan secara selektif dan transparan, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Prosesnya melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku, keaktifan dalam program pembinaan, serta kepatuhan terhadap tata tertib selama menjalani masa pidana.

Melalui pemberian Remisi Khusus Idulfitri 1447 H ini, diharapkan seluruh warga binaan semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai program pembinaan dengan disiplin dan penuh kesadaran. Selain itu, suasana kondusif dan keamanan di dalam lapas juga diharapkan dapat terus terjaga.

Kebijakan remisi ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, serta berorientasi pada pemulihan dan pembinaan.

“Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2