Siswa-siswi dari Lamongan memperkenalkan tari Boran, silat, batik, lagu daerah, serta masakan tradisional. Sementara itu, siswa Jepang menampilkan seni origami, permainan berbasis internet, serta tempat-tempat wisata dan makanan tradisional.
“Sedangkan Siswa dari Filipina tak ketinggalan, mereka juga menunjukkan lagu daerah, kerajinan dari daun kelapa, dan masakan khas mereka,” ungkapnya.
Presentasi dan penampilan budaya menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan memperkuat kerjasama internasional di kalangan pelajar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, berharap kegiatan ini akan menjadi program tahunan yang semakin melibatkan banyak sekolah di masa mendatang.
“Harapannya, nantinya akan lebih banyak sekolah yang bisa dilibatkan,” ungkap Munif.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





