Berdasarkan hasil pemantauan elevasi dan debit air Danau Kerinci sejak awal Januari 2026, PT KMH mencatat adanya penurunan muka air yang berlangsung secara bertahap dan konsisten. Namun, penurunan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan indikasi anomali ekstrem.
“Data inflow menunjukkan pasokan air masuk ke danau relatif rendah dan tidak berkelanjutan, sejalan dengan defisit curah hujan di daerah tangkapan air Danau Kerinci,” jelasnya.
Dari analisis grafik elevasi, inflow, dan outflow, PT KMH juga memastikan bahwa debit air keluar dari danau dijaga tetap stabil dan disesuaikan dengan ketersediaan air masuk. Tidak ditemukan pola pelepasan air berlebihan yang berpotensi mempercepat penyusutan danau.
Selain itu, penyerapan energi oleh PLN tercatat menurun seiring dengan kondisi tampungan waduk, dan tidak berbanding lurus dengan volume air Danau Kerinci. Hal ini, menurut Aslori, semakin memperkuat kesimpulan bahwa penurunan muka air danau merupakan respons alami terhadap kondisi iklim.
Sebagai penutup, PT Kerinci Merangin Hidro mendorong seluruh pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan berkala dan kolaboratif guna menjaga keseimbangan ekosistem Danau Kerinci, terutama dalam menghadapi tantangan variabilitas iklim di masa mendatang.
Aslori kembali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan operasional PLTA sesuai kaidah lingkungan dan peraturan yang berlaku, serta terbuka terhadap pengawasan publik.(Yuni)





