“Kemarin kami, GDAN menerima informasi, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat hukum yang diduga menjadi kaki tangan terduga bandar besar narkoba, dan sebelumnya GDAN juga menerima informasi adanya upaya penangkapan terhadap terduga, namun upaya yang disusun diduga dibocorkan oleh oknum aparat, sehingga operasi gagal dilakukan “ kata pria yang akrab disapa Bang Ririen.
Menurutnya, pelapor menyampaikan alasan mendasar mengapa ia nekat melaporkan sang ayah menjadi terduga bandar besar sabu-sabu, karena ia tidak tega melihat sudah banyak orang hancur akibat narkoba, apalagi cukup banyak yang menjadi korbannya adalah anak-anak di bawah umur. Bahkan pelapor mengaku, kehidupan keluarga mereka hancur akibat barang haram tersebut.
Dalam video yang direkam GDAN, pelapor juga mengaku, ia sangat mengetahui dugaan keterlibatan oknum aparat hukum dengan inisial R.A dan T, dalam peredaran narkoba yang dilaporkannya tersebut kepada GDAN. Karena dengan mata kepala sendiri ia melihat sang oknum sering datang ke rumah ayahnya untuk mengonsumsi sabu-sabu, bahkan terkadang, sang oknum ikut membungkus sabu-sabu.
“Dengan mata kepala sendiri, sang pelapor melihat sang oknum aparat hukum datang ke rumah Ayahnya dan mengonsumsi sabu-sabu bersama-sama, hingga ikut membungkus sabu-sabu “ kata pelapor kepada GDAN.
Sementara itu, untuk mengkofirmasikan hal tersebut diatas yang diduga melibatkan oknum aparat Polres Seruyan, Kepala Bidang Humas Polda kalteng, Kombes Pol. Budi Rachmat, yang dihubungi Wartawan melalui pesan whatsapp mengatakan, Polda Kalteng secara tegas berkomitmen untuk tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, baik dilakukan oleh masyarakat maupun aparat akan diproses hukum secara tegas.
“Kita tidak mentoleransi penyalahgunaan narkotika yang dilakukan masyarakat apalagi aparat penegak hukum, ” Tegas Budi Rachmat. (Iluv)






