BERITASIBER.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menggencarkan langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari ancaman barang haram. Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, hadir secara langsung memberikan pembekalan khusus bertajuk “Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba” di hadapan 4.800 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).

Acara yang dilangsungkan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (10/8), merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ Tahun 2026. Momentum ini dimanfaatkan BNN untuk menanamkan kesadaran kolektif sekaligus mendorong sivitas akademika agar mengambil peran aktif sebagai motor penggerak pencegahan narkotika di lingkungan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemilihan materi tersebut dinilai sangat relevan dengan karakteristik UPNVJ yang dikenal sebagai kampus bela negara, serta selaras dengan semangat PKKMB tahun ini yang mengusung tema “Muda Berkarakter, Bela Negara Berdampak Nyata untuk Bangsa.” Di tengah masifnya peredaran gelap narkoba, Kepala BNN RI menegaskan bahwa implementasi bela negara di era modern tidak lagi dimaknai sebagai tindakan mengangkat senjata di medan perang.

“Dalam konteks narkotika, bela negara bagi generasi muda bukan lagi tentang mengangkat senjata, melainkan kemampuan untuk secara tegas berkata tidak pada narkotika,” ungkap Suyudi di hadapan ribuan mahasiswa.

Dalam paparannya, Suyudi mengingatkan para mahasiswa bahwa sindikat narkotika kini telah bertransformasi menjadi kejahatan transnasional yang sangat canggih. Para pelaku kejahatan memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi, mulai dari sistem keuangan modern, jaringan logistik global, hingga ruang digital tersembunyi yang membuat pola transaksi semakin sulit dideteksi oleh penegak hukum.

Berdasarkan data statistik yang dipaparkan, tingkat prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada rentang periode 2023–2025 berada di angka 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa penduduk. Yang lebih mengkhawatirkan, kelompok usia produktif antara 15 hingga 24 tahun menjadi salah satu segmen rentan dengan angka prevalensi menyentuh 2,53 persen.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2