“Program ini merupakan bentuk blended matching. Saat ini seluruh biaya ditanggung pemerintah. Ke depan, kami akan mengembangkan skema subsidi agar semakin banyak pemuda Trenggalek yang bisa mengikuti program serupa, tanpa terkendala faktor ekonomi,” jelasnya.

Salah satu peserta terbaik, Arya Bayu Adi Permana, pemuda asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, mengaku bersyukur atas kesempatan ini. Lulusan SMKN 1 Trenggalek tersebut menuturkan bahwa sejak SMP ia bercita-cita bisa belajar dan bekerja di Korea Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Alhamdulillah, semua proses gratis. Mulai dari kursus bahasa, ujian, hingga pengurusan paspor dan visa. Ini mimpi yang akhirnya bisa terwujud,” katanya.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Sulam, warga Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, mengaku terharu karena putrinya dapat mengenyam pendidikan dan bekerja di luar negeri tanpa biaya. Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Program pengiriman pelajar ke luar negeri ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Trenggalek dalam mencetak SDM unggul, berdaya saing global, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah optimistis, investasi di bidang pendidikan akan melahirkan generasi yang siap membawa Trenggalek menuju masa depan yang lebih maju dan kompetitif.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2