Selain faktor cuaca, hambatan distribusi dari daerah penghasil menuju pasar induk juga turut memperburuk kondisi pasokan. Di sisi lain, tingginya permintaan masyarakat menjelang dan sesudah Hari Raya Iduladha membuat harga berbagai kebutuhan pokok semakin terdorong naik.

Saniya, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Sidoharjo, mengaku kondisi tersebut sangat memengaruhi penjualannya. Menurutnya, banyak konsumen rumah tangga yang kini mengurangi jumlah belanja karena harga bahan pokok yang terus meningkat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Mohon perhatian pemerintah daerah agar harga-harga ini tidak semakin naik. Saat ini pembeli jauh berkurang karena masyarakat memilih menghemat pengeluaran. Yang masih rutin membeli biasanya hanya pemilik warung makan atau usaha kuliner,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan, sejak harga sejumlah komoditas melonjak, omzet penjualannya turun lebih dari 40 persen. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga sebagian besar pedagang lain yang berjualan di pasar tradisional tersebut.

Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Mereka mengusulkan adanya pemantauan harga secara intensif, operasi pasar murah, serta perbaikan sistem distribusi agar pasokan barang kembali lancar.

Pedagang menilai intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus melindungi keberlangsungan usaha pedagang kecil di pasar tradisional. Jika kondisi harga tinggi terus berlangsung dalam waktu lama, mereka khawatir aktivitas ekonomi di Pasar Sidoharjo akan semakin lesu dan berdampak pada perekonomian masyarakat secara lebih luas.

Mereka berharap harga cabai, bawang merah, dan berbagai komoditas sayuran dapat segera kembali stabil sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Sidoharjo kembali ramai seperti sebelumnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2