BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Harapan besar masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kembali terbentur realita pahit di lapangan. Sebuah gelombang protes pecah di Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lopang 2 mendistribusikan menu “rapelan” yang dinilai jauh dari standar kesehatan dan gizi seimbang.
Paket makanan yang diperuntukkan bagi jatah dua hari (Jumat dan Sabtu) tersebut dianggap sangat miris oleh para wali murid. Alih-alih mendapatkan asupan protein dan vitamin yang memadai untuk menunjang tumbuh kembang, ribuan siswa justru menerima paket makanan kering yang lebih menyerupai kudapan ringan daripada makan siang bergizi.
Berdasarkan investigasi di lapangan pada Jumat (27/02/2026), paket rapelan yang disalurkan oleh Yayasan Bintang Sembilan Indonesia Raya selaku pengelola SPPG Lopang 2 hanya berisi satu buah roti cokelat (bakery), satu bungkus kacang telur, satu bungkus kurma, satu buah apel, satu buah salak, dan dua botol kecil susu kedelai.
Jika dibagi secara proporsional, setiap harinya siswa hanya mendapatkan satu botol susu kedelai kecil dan dua jenis kudapan kering. Komposisi ini sontak memicu kritik pedas dari para orang tua yang merasa hak gizi anak mereka telah dikurangi secara drastis.
“Ini bukan makan bergizi, ini namanya jajan pasar. Menu ini terkesan asal disiapkan dan cenderung hanya mencari keuntungan pribadi dari pihak dapur SPPG,” ujar salah seorang wali murid yang identitasnya enggan diungkapkan demi privasi sang anak.






