BERITASIBER.COM | SEMARANG – Harapan publik Semarang untuk melihat kebangkitan PSIS Semarang kembali pupus. Dalam laga pekan ke-16 Liga 2 (Pegadaian Championship) 2025/2026, skuat berjuluk Mahesa Jenar tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 oleh tamunya, Deltras Sidoarjo, di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1/2026) malam.

​Kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat PSIS tampil di hadapan pendukung sendiri dan telah melakukan perombakan besar dengan mendatangkan pemain-pemain sarat pengalaman pada bursa transfer paruh musim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Deltras Sidoarjo tampil penuh percaya diri sejak peluit pertama dibunyikan. Tim tamu tidak membutuhkan waktu lama untuk membungkam publik tuan rumah. Pada menit ke-9, Tengeg Neville Mbanwei berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan PSIS yang tampak belum padu.

​Tertinggal satu gol, PSIS mencoba merespons. Kehadiran nama-nama besar seperti Alberto “Beto” Goncalves, Esteban Vizcarra, hingga Rafinha diharapkan mampu mengubah alur pertandingan. Namun, koordinasi antar lini yang buruk membuat serangan Mahesa Jenar mudah dipatahkan oleh barisan belakang The Lobsters.

​Memasuki babak kedua, PSIS sempat meningkatkan intensitas serangan guna mengejar ketertinggalan. Namun, alih-alih mencetak gol penyeimbang, gawang tuan rumah justru kembali bobol. Tengeg Neville Mbanwei mencetak gol keduanya pada menit ke-83, yang praktis meruntuhkan mentalitas pemain PSIS.

​Penderitaan tuan rumah semakin lengkap pada masa injury time. Di menit ke-90+9, Kaka Depriadi menambah keunggulan Deltras menjadi 0-3. Skor mencolok ini bertahan hingga laga usai, sekaligus menjadi kekalahan kedua beruntun bagi PSIS setelah sebelumnya juga takluk dari PSS.

​Hasil minor ini kian membenamkan PSIS Semarang di zona merah. Saat ini, Mahesa Jenar masih terpuruk di urutan ke-16 Grup B dengan koleksi 8 poin hasil dari 2 kemenangan, 2 imbang, dan 12 kekalahan. Posisi ini menempatkan mereka dalam ancaman serius play-off degradasi.

​Di sisi lain, kemenangan meyakinkan ini membawa Deltras Sidoarjo merangsek ke papan atas. Tim asuhan pelatih Deltras kini menduduki peringkat ke-4 klasemen Grup B dengan torehan 27 poin, memperlebar peluang mereka untuk bersaing di fase selanjutnya.

​Kekalahan ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas perombakan pemain yang dilakukan manajemen PSIS. Meski telah mendatangkan pemain bintang, konsistensi masih menjadi masalah utama yang menghantui tim. Kemenangan atas Persipal BU di awal Januari terbukti belum menjadi titik balik permanen bagi performa tim secara keseluruhan.

Artikel Rekomendasi