BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Ketua BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al Fattah Siman, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, pada Kamis (04/12/2025).
Agenda kunjungan difokuskan pada sarasehan nasional dan peresmian Kantor Program Pusat Keluarga Konsultasi Sejahtera (PKKS) sebagai langkah strategis memperkuat peran pesantren dalam pembangunan keluarga.
Acara disambut hangat oleh jajaran pengasuh pondok, pemerintah daerah, serta ribuan santri dan masyarakat sekitar.
Kunjungan Menteri BKKBN turut dihadiri para tokoh dan pejabat penting, di antaranya Pembina dan pengasuh Ponpes Al Fattah Siman: KH. Ronny Syakroni, KH. Hambali, KH. Hamid, KH. Makmum, KH. Ali Ridho, KH. Afifuddin, KH. Gundar, KH. Masduki Ali Fathon
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Sekda Lamongan Nalikan, Anggota DPR RI Labib, Anggota DPRD Lamongan, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kapolsek Sekaran IPTU Junaidi, Danramil Sekaran, Camat Sekaran, Ketua AKD Kecamatan Sekaran, Para kepala desa se-Kecamatan Sekaran.
Kehadiran tokoh masyarakat dan pemerintah tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap upaya penguatan program keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga yang dicanangkan BKKBN.
Dalam sambutannya, Dr. H. Wihaji menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menugaskan BKKBN fokus pada dua hal utama, yaitu keluarga berencana dan kependudukan dan pembangunan keluarga.
“Jika keluarga baik, bangsa akan baik. Dampak teknologi digital saat ini sangat besar. Rata-rata anak Indonesia memegang gawai hingga 7–8 jam per hari, sehingga komunikasi dengan orang tua berkurang. Orang tua harus cerdas dan hati-hati dalam mendampingi anak agar tidak terjerumus oleh teknologi,” ujar Menteri BKKBN.





