Ia juga mengapresiasi peran pesantren dalam pendidikan karakter dan moral di tengah era digital yang penuh tantangan.
Pengasuh Yayasan Al Fattah Siman, KH. Abd Hamid, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri dan menyambut baik peluncuran PKKS.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang keluarga berencana. Dengan adanya PKKS, pesantren dapat semakin bersatu dengan masyarakat dalam menguatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Ia juga mengenang bahwa pada tahun 1970 pendiri Ponpes Al Fattah pernah dimintai pandangan tentang program keluarga berencana, menunjukkan bahwa hubungan antara pesantren dan pemerintah sudah berlangsung lama.
Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Al Fattah (IKAFA), Masduqi, menambahkan bahwa kehadiran Menteri BKKBN membawa harapan besar bagi kemajuan pesantren dan masyarakat sekitar.
Kantor Program Keluarga Konsultasi Sejahtera (PKKS) yang diresmikan di Ponpes Al Fattah Siman menjadi wadah pembinaan keluarga dari berbagai aspek, termasuk Pendidikan karakter, Pembinaan remaja, Konsultasi pernikahan, Dukungan kesehatan keluarga, Penyuluhan keluarga berencana.
Program ini diharapkan menjadi model nasional kolaborasi pemerintah dan pesantren dalam pembangunan keluarga Indonesia.






