BERITASIBER.COM— Pemerintah mulai mengubah pendekatan pembangunan pertanian di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu instrumen utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahkan memilih turun langsung ke Alor setelah menerima masukan mengenai berbagai persoalan pertanian dan pangan yang dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. Kunjungan itu menjadi tindak lanjut atas aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, yang sebelumnya menyampaikan kondisi daerahnya dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.
Adriano mengungkap sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat Alor, antara lain tingginya disparitas harga pangan, distribusi beras yang belum optimal, serta keterbatasan infrastruktur dan sarana produksi pertanian.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Mentan Amran. Ia menilai masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, putra terbaik NTT. Suara seperti ini adalah pengingat penting bagi pemerintah untuk melihat langsung masalah di lapangan,” kata Amran saat berada di Alor.
Sesampainya di Alor, Mentan langsung menggelar koordinasi dengan pemerintah daerah, jajaran terkait, dan masyarakat. Pemerintah memetakan intervensi pertanian dalam dua tahapan, yakni penanganan kebutuhan mendesak sekaligus membangun fondasi ekonomi pertanian untuk jangka panjang.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah harga beras. Kondisi geografis Alor sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi pangan menghadapi tantangan tersendiri. Pada periode tertentu, harga beras di tingkat masyarakat disebut sempat melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Mentan meminta Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
Pemerintah menargetkan harga beras di Alor dapat berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sebagaimana harga yang menjadi acuan di Jakarta. Jika diperlukan, operasi pasar akan dilakukan untuk menekan gejolak harga dan memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
“Beras sudah aman di gudang. Harganya harus terjangkau, sekitar Rp13 ribu. Jika diperlukan, Bulog harus segera menggelar operasi pasar secara masif agar beban masyarakat berkurang,” tegas Amran.
Selain menjaga pasokan pangan, pemerintah juga memberikan dukungan langsung kepada petani melalui penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa air.





