“Namun pencarian pada malam itu harus dibatasi karena minim cahaya dan kondisi tanah yang masih bergerak, sehingga operasi lanjutan dilakukan pukul 07.00 WIB keesokan harinya,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk mempercepat evakuasi, Polri mengerahkan 155 personel yang terdiri dari 125 anggota Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob, serta empat anjing pelacak (K9) guna memetakan titik-titik yang diduga terdapat korban tertimbun.

Medan yang berat membuat tim SAR masih menggunakan alat manual seperti cangkul dan senso karena alat berat belum bisa dioperasikan secara aman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa seluruh kekuatan Polri dikerahkan untuk misi kemanusiaan ini, dengan tetap menjunjung aspek keselamatan personel dan warga.

Hingga pukul 10.45 WIB, Kapolresta Cilacap melaporkan penemuan satu korban bernama Yuni, warga Dusun Tarukahan, dalam kondisi meninggal. Dengan ditemukannya korban tersebut, 20 orang lainnya masih dalam pencarian.

Polri meminta masyarakat tidak mendekati area longsor karena kondisi tanah masih labil dan potensi longsor susulan belum hilang sepenuhnya. Operasi SAR akan terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, relawan, dan pemerintah daerah hingga seluruh korban ditemukan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2