Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Saat ditemui, warga tersebut tengah menguras sumurnya karena air disebut keruh dan mengeluarkan bau.
“Ini air sumur kami, Pak. Terpaksa kami harus kuras habis dan isi kembali airnya karena bau,” ungkap warga tersebut saat ditemui di rumahnya.
Meski demikian, dugaan pencemaran air sumur warga tersebut belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel air maupun limbah.
Penanggung Jawab SPPG Tidak Bisa Ditemui
Penanggung jawab dapur SPPG Bulukumpa Tanete, Arul Aslam Ilham, telah coba dimintai tanggapan terkait keluhan warga tersebut. Namun, yang bersangkutan tidak bisa ditemui dikantornya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulukumba, Nurdin, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap persoalan tersebut.
“Kami hubungi dulu pemiliknya,” kata Nurdin, Rabu (2/9).
Warga berharap DLH Bulukumba tidak hanya menghubungi pihak pengelola dapur SPPG, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk memeriksa sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan saluran pembuangannya.
Warga juga meminta DLH mengambil sampel air sumur untuk memastikan apakah perubahan warna dan bau pada air tersebut berkaitan dengan limbah dari dapur SPPG atau disebabkan faktor lain.
“Kalau memang serius untuk memberikan solusi, harusnya DLH Bulukumba segera ke lokasi. Kalau memang tidak berfungsi IPAL-nya, dapur ini harusnya ditutup sementara,” kata warga dengan nada kesal.





