JAKARTA, BeritaSiber.com — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan rangkaian program dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Mengusung semangat Blissful Mawlid 1448 H, peringatan tahun ini diarahkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan program yang menyentuh bidang pendidikan, sosial, keagamaan, keluarga, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag menghadirkan peringatan Maulid Nabi yang lebih substantif. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari Gema Selawat Kebangsaan, BeZakat 2026, Expert Meeting Penghulu, Nikah Massal Blissful Mawlid, Tasyakur Maulidur Rasul, NASUHA 2026, MTQ Nasional ke-31, MABIMS Islamic Astronomy Workshop, hingga kegiatan Car Free Day SIGAP MAS.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas makna peringatan Maulid Nabi. Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneladani ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abu Rokhmad.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian Blissful Mawlid 1448 H adalah Gema Selawat Kebangsaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Gema selawat diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Selain aspek spiritual, kegiatan tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemenag juga mengemas peringatan Maulid dengan program sosial melalui BeZakat 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya zakat.
Aspek kehidupan keluarga turut menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi tahun ini. Kemenag menyiapkan Nikah Massal Blissful Mawlid sebagai bagian dari upaya memberikan layanan sekaligus penguatan terhadap institusi keluarga.
Program tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan akad nikah. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya keluarga yang harmonis, kuat, dan mampu menjadi fondasi bagi kehidupan sosial masyarakat.
Selain itu, Kemenag menggelar Expert Meeting Penghulu. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas penghulu sekaligus membahas berbagai isu yang berkaitan dengan pelayanan perkawinan dan kehidupan keluarga.





