Bangunan yang runtuh juga menimpa kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut makanan MBG.

Bagianto mengatakan bagian yang terbakar terutama berada di bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Kobaran api kemudian ditangani petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sedikitnya dua unit truk pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran sekitar pukul 22.30 WIB.

Warga sekitar turut mendatangi lokasi untuk melihat kondisi bangunan SPPG pascakejadian. Garis atau area pengamanan kemudian menjadi perhatian karena bangunan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.

Dampak ledakan tidak hanya dirasakan di bangunan SPPG. Sebuah gudang sepatu yang berada tepat di belakang sisi kiri kompleks tersebut juga mengalami kerusakan.

Bagian plafon gudang milik Hj Saroh dan almarhum H Mustofa dilaporkan runtuh akibat dampak ledakan. Kerusakan tersebut menambah daftar bagian bangunan yang terdampak dalam insiden tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, memastikan kobaran api telah berhasil dipadamkan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan yang kemudian memicu kebakaran.

“Alhamdulillah kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki sebabnya,” ujar Rinaldi.

Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab pasti insiden masih menunggu penyelidikan lebih lanjut. Dugaan kebocoran gas sebagaimana disampaikan saksi di lokasi juga belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum adanya hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Petugas terkait selanjutnya perlu melakukan pemeriksaan terhadap kondisi instalasi gas, sumber ledakan, serta bagian bangunan yang mengalami kerusakan untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara menyeluruh.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2