“Dengan dukungan ini, optimalisasi sumber air akan semakin maksimal dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Hermanto menjelaskan bahwa kondisi ketersediaan air saat ini masih cukup, terutama dari waduk yang memiliki ketinggian air sekitar tiga meter. Namun, tantangan utama adalah bagaimana mendistribusikan air tersebut secara efektif ke area persawahan.

“Kami memastikan bahwa air yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Irigasi perpompaan akan segera dipasang paling lambat minggu depan agar suplai air ke lahan pertanian bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk menyelamatkan tanaman padi yang saat ini telah memasuki usia lebih dari satu bulan dan diperkirakan akan panen pada Juni mendatang. Dengan demikian, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga berencana melakukan normalisasi waduk dan sungai sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi musim kemarau. Optimalisasi seluruh potensi sumber daya air menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah tersebut.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Lamongan diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan kesejahteraan para petani tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2