Rangkaian kegiatan dimulai dengan wisata religi ke situs bersejarah, seperti Makam Dewi Andong Sari (ibunda Patih Gajah Mada) dan Makam Sunan Drajat. Kemudian dilanjutkan Kirab Agung Raja Nusantara yang berlangsung semarak di sore hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Puncak acara dimeriahkan oleh pagelaran seni budaya nusantara, menampilkan beragam tarian dan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Tari Kabasaran (Sulawesi Utara), Tari Gandrung (Banyuwangi), Tayub (Tuban), Fragmen Sendratari Topeng (Malang), serta penampilan puisi budaya Cluret Emas oleh Zawawi Imron dari Sumenep.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang Lomba Desain Batik Lamongan 2025 yang diselenggarakan oleh Dekranasda Kabupaten Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Festival ini menegaskan posisi Lamongan sebagai daerah berkarakter budaya dan religius, sekaligus menjadi magnet baru bagi wisata budaya di Jawa Timur.

“Kebudayaan adalah kekuatan bangsa. Melalui festival ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas Lamongan sebagai Kota Soto yang berjiwa Nusantara,” pungkas Bupati Yuhronur Efendi.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2