“Dua kartu merah, banyak drama, tapi itulah sepak bola. Anak-anak belajar bahwa emosi bisa merugikan tim. Ini bagian dari proses pendewasaan,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa laga selanjutnya akan menjadi ajang rotasi karena beberapa pemain absen akibat sanksi. Namun, Afif menyambut hal itu sebagai peluang memperluas pengalaman bertanding seluruh anggota skuad.
“Visi saya di Lamongan FC adalah pembinaan murni, khusus untuk putra daerah. Semua pemain harus merasakan atmosfer kompetisi,” tandasnya.
Persela Lamongan U-17 Juga Tembus 16 Besar
Sementara itu, Persela Lamongan U-17 juga tampil solid dalam laga lainnya di Stadion Surajaya dengan mengalahkan Persekam Metro FC U-17 dengan skor meyakinkan 3-1.
Kemenangan ini membuat Persela menyusul Lamongan FC sebagai wakil Lamongan yang melaju ke fase 16 besar turnamen kelompok usia paling bergengsi di Jawa Timur tersebut.
Kedua tim muda asal Lamongan ini kini menjadi sorotan, tak hanya karena hasil yang diraih, tapi juga karena semangat pembinaan dan pengembangan talenta muda lokal yang mereka tunjukkan.
Piala Soeratin U-17 menjadi ajang penting dalam pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat di tingkat daerah. Dukungan masyarakat, klub, dan stakeholder lokal akan sangat berperan dalam menjaga konsistensi dan kualitas pengembangan sepak bola usia muda di Lamongan dan sekitarnya.(Bs)





