Pertandingan penutup ini diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Pasalnya, bagi kedua tim, laga ini bukan sekadar rutinitas untuk menghabiskan kalender kompetisi, melainkan sebuah pertaruhan reputasi untuk mengakhiri musim di zona yang lebih terhormat.
Menatap laga ini, ketatnya persaingan di papan tengah BRI Super League 2025/26 benar-benar mencapai titik didih. Saat ini, Arema FC bertengger di peringkat ke-9, disusul Persita Tangerang di posisi ke-10, dan PSIM Yogyakarta yang menempel ketat di urutan ke-11.
Uniknya, ketiga tim tersebut sama-sama mengoleksi 45 poin dari 33 pertandingan yang telah dilakoni. Situasi “poin kembar” inilah yang membuat laga di Kanjuruhan sore ini menjadi sangat krusial. Kemenangan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Siapa pun yang berhasil mengamankan tiga poin penuh, dipastikan akan melenggang mulus ke posisi 10 besar, sekaligus berpotensi menyalip rival lainnya tergantung hasil pertandingan persidangan.
Ambisi Tinggi Jean-Paul van Gastel dan Target Laskar Mataram
Bagi PSIM Yogyakarta, lawatan ke Malang kali ini mengusung misi besar yang telah dicanangkan sejak awal paruh musim kedua. Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi tekanan publik tuan rumah. Juru taktik asal Belanda tersebut menegaskan bahwa ia telah mempersiapkan strategi khusus untuk meredam agresivitas Singo Edan.
“Pertandingan nanti sangat penting karena kami menghadapi tim yang memiliki jumlah poin yang sama dengan kami. Kalau kami menang, posisi klasemen akan naik. Target pribadi saya adalah membawa tim finis di 10 besar. Karena itu, persiapan yang kami lakukan berjalan sangat baik,” ujar Van Gastel dengan nada optimis dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Van Gastel memastikan anak asuhnya akan tampil all-out dan habis-habisan. Ia menyadari, finis di peringkat 10 besar akan menjadi pencapaian yang manis sekaligus pembuktian kualitas bagi Laskar Mataram di musim ini.
Adu Kuat Dua Tim yang Sedang ‘On Fire’
Pertandingan ini juga menjadi arena pembuktian momentum kebangkitan bagi kedua kesebelasan. PSIM Yogyakarta datang ke Malang dengan modal moral yang sangat positif setelah berhasil menyapu bersih dua laga kandang terakhir dengan kemenangan—menumbangkan Malut United FC 2-0 dan Madura United FC 2-1. Hasil ini seolah menghapus memori kelam Laskar Mataram yang sempat puasa kemenangan dalam delapan laga beruntun sebelumnya.
Namun, Arema FC bukanlah lawan yang mudah ditundukkan di kandangnya sendiri. Skuad Singo Edan justru sedang berada dalam performa yang mengerikan. Pada dua laga terakhirnya, mereka sukses menggilas PSM Makassar dengan skor telak 3-0 di Kanjuruhan, serta menghancurkan PSBS Biak 5-2 di laga tandang. Produktivitas gol Arema FC yang sedang tinggi ini tentu menjadi alarm kewaspadaan bagi lini pertahanan PSIM.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama berada dalam tren menanjak, jalannya pertandingan dipastikan akan menyuguhkan tontonan yang menarik dan kompetitif. 90 menit di Stadion Kanjuruhan sore ini akan menjadi jawaban akhir: siapakah yang paling layak mengunci posisi 10 besar BRI Super League 2025/26?





