Khusus untuk jalur hafiz, alokasi tersendiri diberikan karena hampir semua SMP di Lamongan telah menjalankan program Lamongan Menghafal, yang mendukung siswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah jalur prestasi, proses seleksi akan dilanjutkan dengan jalur perpindahan tugas orang tua, penyandang disabilitas, dan jalur domisili.

Kepala SMPN 1 Lamongan, Yayuk Setia Rahayu, mengungkapkan bahwa peminat di jalur prestasi cukup tinggi. Sekolahnya bahkan telah melakukan seleksi awal untuk menyaring siswa berprestasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kalau kuotanya ditambah, berarti peluang diterima juga lebih besar. Ini sangat kami apresiasi,” ungkapnya.

Dengan sistem baru ini, Dinas Pendidikan Lamongan berharap SPMB 2025 dapat berlangsung dengan transparan, akuntabel, dan memberikan akses pendidikan yang merata kepada seluruh calon peserta didik di Kabupaten Lamongan.(Bs)

 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2