“Sebelum pukul 7 pagi, dilakukan pengukuhan petugas KPPS dan pengecekan logistik sesuai dengan tugas masing-masing anggota KPPS. Ini semua dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas di lapangan,” ungkap Nanang.

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa, simulasi ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian-kejadian khusus di luar skenario.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Jika ada masalah atau hal yang tidak sesuai skenario, kami sudah menyiapkan bagian hukum untuk menyelesaikannya,” tutur Nanang.

Nanang juga menekankan, pentingnya pengisian formulir C Plano Hasil dan C Salinan sebagai bagian dari proses pemilu yang krusial.

“C Plano Hasil dan C Salinan adalah mahkota pemilu. Kami berharap dalam pelaksanaan pemungutan suara hingga perhitungan suara nanti tidak ada sengketa, namun kami juga sudah siap mengantisipasi apabila ada pihak yang meragukan hasil pemilu,” tegasnya.

Dalam simulasi kali ini, KPU Kabupaten Kediri juga melibatkan seluruh PPK dan PPS dari seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Untuk memastikan pengamanan, setiap TPS diawasi oleh dua petugas, yaitu satu petugas Kepolisian dan satu petugas TNI.

Nanang Qosim,, juga berharap, partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 dapat mencapai target 70-75 persen, lebih tinggi dari Pilkada 2020 yang terhambat pandemi dengan target partisipasi 65 persen.

“Kami berharap target pemilih Pilkada 2024 bisa tercapai,” tutupnya.(adv/ani)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2