BERITASIBER.COM | SIMALUNGUN – Air mata haru mengalir saat Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum dhuafa di Masjid Baitul Karim Dolok Ilir, Sabtu sore, 28 Februari 2026.
Kepedulian sosial Kapolres tidak hanya berhenti di santunan, tapi juga ajakan kuat kepada masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Sabtu malam, 28 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, menjelaskan kepedulian luar biasa Kapolres Simalungun.
“Kapolres AKBP Marganda Aritonang menunjukkan kepedulian yang sangat dalam kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa, dalam program Sapa Ramadan door to door pada Sabtu sore, 28 Februari 2026, di Masjid Baitul Karim Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Batunanggar,” ujar Kasi Humas.
Kepedulian Kapolres terlihat sejak persiapan acara. “Kapolres langsung turun tangan mengkoordinir persiapan. Beliau pastikan santunan untuk anak yatim dan dhuafa benar-benar sampai kepada yang berhak. Beliau bahkan minta data lengkap anak yatim dan dhuafa dari kelurahan dan nagori untuk memastikan tidak ada yang terlewat,” ungkap AKP Verry menjelaskan perhatian detail.
Acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan tertib acara yang khusyuk: pembacaan Al-Quran, sambutan dari Camat Dolok Batunanggar Siti Aminah Siregar, SE, MSi, dan Camat Tapian Dolok Juraini Purba, SE, MSi, dilanjutkan sambutan Kapolres yang sangat menyentuh hati.
Dalam sambutan yang penuh kepedulian, Kapolres mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat. “Terima kasih atas sambutan di wilayah hukum Polsek Serbelawan. Saya datang bukan sebagai pejabat yang jauh dari masyarakat, tapi sebagai saudara yang ingin lebih dekat dengan Anda semua,” kata AKBP Marganda dengan tulus.
“Tujuan acara ini adalah agar kita bisa lebih dekat kepada masyarakat sehingga hubungan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat bisa lebih erat. Kita adalah keluarga besar. Masalah Anda adalah masalah kami, kebahagiaan Anda adalah kebahagiaan kami,” ungkap Kapolres dengan hangat.
Kepedulian terbesar Kapolres tertuju pada generasi muda. “Indonesia saat ini memang sedang gawat dengan obat terlarang narkoba. Saya sangat prihatin melihat generasi muda kita hancur karena narkoba. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama melindungi anak-anak kita,” kata AKBP Marganda dengan suara bergetar.
“Yang paling penting adalah keluarga yang paling ampuh dalam mencegah anak kita terpapar narkoba. Orang tua harus peduli, harus perhatian. Jangan sampai anak kita jadi korban karena kita tidak peduli,” ungkap Kapolres mengingatkan peran orang tua.
Saat penyerahan santunan, kepedulian Kapolres sangat terlihat. “Kapolres tidak hanya menyerahkan santunan dari jauh. Beliau satu per satu menghampiri anak yatim dan dhuafa, menyerahkan amplop santunan sambil mengusap kepala mereka dengan sayang, berbicara dengan lembut, menanyakan keadaan mereka,” ungkap Kasi Humas menggambarkan momen mengharukan.
Seorang anak yatim bernama Ahmad, 12 tahun, menceritakan pengalamannya. “Bapak Kapolres sangat baik. Beliau peluk saya, tanya saya sekolah dimana, kelas berapa, cita-cita apa. Saya bilang mau jadi polisi seperti beliau. Bapak Kapolres bilang harus rajin belajar dan jauhi narkoba. Saya janji tidak akan pakai narkoba,” kata Ahmad dengan mata berbinar.





