Seorang ibu janda bernama Mak Siti, 45 tahun, yang termasuk kaum dhuafa, menangis terharu. “Saya tidak menyangka Kapolres begitu peduli sama kami orang-orang miskin. Beliau tanya kenapa suami saya meninggal, anak-anak saya ada berapa, butuh bantuan apa. Saya merasa sangat diperhatikan. Ini Kapolres yang benar-benar peduli rakyat,” ungkap Mak Siti sambil menangis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepedulian Kapolres juga terlihat saat ceramah oleh Ustad Dedy Ranul Khan. “Kapolres duduk di barisan depan, mendengarkan ceramah dengan serius, sesekali mengangguk setuju. Saat Ustad bicara tentang bahaya narkoba, Kapolres sangat fokus dan memberikan applause,” kata AKP Verry.

Saat buka puasa bersama, kepedulian Kapolres makin nyata. “Kapolres tidak duduk di meja VIP terpisah. Beliau duduk bersama anak yatim dan dhuafa, makan bersama mereka, berbincang dengan mereka. Beliau benar-benar menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat,” ungkap Kasi Humas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakapolres KOMPOL Imam Alriyuddin, SH, MH, yang mendampingi Kapolres, memberikan testimoni. “Saya bangga dengan Kapolres kami. Beliau tidak hanya pandai berbicara tentang kepedulian, tapi benar-benar mempraktikkannya. Beliau adalah contoh pemimpin yang peduli kepada rakyatnya,” kata Wakapolres.

Camat Dolok Batunanggar, Siti Aminah Siregar, SE, MSi, juga terkesan. “Ini baru kali pertama saya lihat Kapolres yang begitu dekat dengan masyarakat kecil. Beliau tidak sombong, tidak jaga jarak. Beliau benar-benar peduli. Kami sangat beruntung punya Kapolres seperti beliau,” ungkap Camat dengan apresiasi tinggi.

Anggota DPRD Karnali Saragih, SPd, yang hadir juga memberikan komentar. “Kepedulian Kapolres ini harus menjadi contoh bagi semua pejabat. Jangan hanya sibuk di kantor, tapi turun langsung ke masyarakat, rasakan apa yang mereka rasakan, bantu apa yang mereka butuhkan,” kata Karnali.

Ketua MUI Kecamatan Dolok Batunanggar, H. Rahmatullah, memberikan doa khusus. “Saya doakan semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan kepada Pak Kapolres yang sudah sangat peduli kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Semoga kepedulian beliau menjadi amal jariyah,” ungkap H. Rahmatullah.

Program Sapa Ramadan door to door ini adalah manifestasi kepedulian Kapolres. “Program ini bukan hanya sekadar formalitas atau pencitraan. Ini adalah wujud nyata kepedulian Kapolres terhadap masyarakat Simalungun. Beliau ingin mendengar langsung keluhan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat,” kata AKP Verry.

“Kapolres juga membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan pemerintah setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan. Ini adalah kepedulian yang komprehensif: dari kepedulian sosial hingga kepedulian keamanan,” tambah Kasi Humas.

Total puluhan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan. “Setiap anak yatim dan dhuafa menerima santunan yang cukup untuk membantu kebutuhan mereka selama Ramadan. Ini adalah bentuk kepedulian nyata, bukan janji kosong,” ungkap AKP Verry.

Program ini akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain. “Kapolres berkomitmen untuk mengunjungi seluruh kecamatan di Simalungun dalam program Sapa Ramadan door to door. Beliau ingin semua masyarakat Simalungun merasakan kepedulian Polres,” kata Kasi Humas.

Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan pesan. “Kepedulian Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang kepada anak yatim, dhuafa, dan masyarakat adalah teladan bagi kita semua. Mari kita ikuti jejaknya: peduli kepada sesama, lindungi generasi muda dari narkoba, dan ciptakan Simalungun yang aman, damai, dan sejahtera!” pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan harapan kepedulian Kapolres menginspirasi seluruh elemen masyarakat Simalungun untuk saling peduli dan bersama-sama membangun Simalungun yang lebih baik.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2