Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, Bapak Viktor, memberikan apresiasi tinggi kepada Desa Banyubang yang dinilai berhasil mengelola potensi pertaniannya dengan baik. Menurutnya, Desa Banyubang layak dijadikan desa percontohan (pilot project) bagi mahasiswa dalam mempelajari penerapan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

“Desa Banyubang memiliki potensi besar dan pengelolaan yang baik. Ini sangat cocok menjadi lokasi pembelajaran langsung bagi mahasiswa kami,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain memberikan apresiasi, pihak UKRI juga memberikan rekomendasi agar Desa Banyubang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Fakultas Pertanian. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dan teknologi pertanian kepada masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman praktik lapangan bagi generasi muda.

Kepala Desa Banyubang menyambut baik rekomendasi tersebut dan berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat membawa inovasi baru dalam pengelolaan pertanian, meningkatkan hasil produksi, serta memperkuat ketahanan pangan desa.

Kegiatan kunjungan dan studi banding ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban, dialog konstruktif, serta komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Diharapkan, kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera di bidang pangan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2