Kapolsek juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya. Setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan hendaknya terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang sehingga tidak berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan. Penyampaian informasi secara cepat dinilai dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berkomunikasi dengan anggota Polri. Apabila ada permasalahan ataupun informasi yang berkaitan dengan keamanan, segera sampaikan kepada kami agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tambah AKP Joko Suprianto.
Kegiatan sambang juga menjadi sarana bagi Polsek Solokuro untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga secara aktif melakukan langkah-langkah preventif melalui pendekatan langsung kepada warga.
Dengan adanya komunikasi yang intensif antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini. Masyarakat juga diharapkan semakin sadar bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan sambang dan patroli dialogis di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.
Kehadiran Kapolsek bersama anggota di tengah masyarakat Desa Payaman diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri dan warga. Dengan kebersamaan, kepedulian, serta komunikasi yang baik, keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dapat terus dipelihara secara berkelanjutan.





