“Pencegahan harus dimulai sejak dini, termasuk dari lingkungan sekolah. Kami berharap para guru tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal. Dengan begitu, anak-anak kita dapat lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah terjerumus ke dalam aktivitas yang merugikan,” jelasnya.

AKP Joko Suprianto juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat komunikasi dengan orang tua atau wali murid. Menurutnya, pengawasan terhadap perilaku anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi harus berlanjut di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Apabila ditemukan indikasi siswa terlibat dalam aktivitas digital berisiko, penanganannya diharapkan mengedepankan pendekatan edukatif, pembinaan, dan koordinasi dengan pihak terkait.

Kapolsek Solokuro menegaskan bahwa upaya menjaga kamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pencegahan tindak kriminal, tetapi juga mencakup perlindungan generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang dapat mengganggu masa depan mereka.

Melalui silaturahmi bersama para guru se-Kecamatan Solokuro ini, Polsek Solokuro berharap terbangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, disiplin, dan bebas dari pengaruh negatif judi online maupun pinjaman online ilegal.

“Harapan kami, seluruh guru, orang tua, dan masyarakat dapat terus bersinergi menjaga generasi muda. Mari kita mulai menciptakan kamtibmas yang sejuk, damai, aman, dan kondusif dari lingkungan sekolah. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kita dapat melindungi para siswa sekaligus mewujudkan masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2