Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan publik kepada institusi Polri untuk bertanggung jawab dan mengusut tuntas kejadian yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Jenderal Sigit juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada keluarga korban serta seluruh komunitas pengemudi ojek online yang merasa terdampak atas insiden tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga serta juga seluruh keluarga besar ojol,” ujar Sigit.

Insiden yang terjadi saat demonstrasi berlangsung di Jakarta ini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik kekacauan, di mana sebuah kendaraan taktis melintas di tengah massa dan diduga menyebabkan salah satu pengemudi ojol tewas di tempat.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas ojek online menyerukan agar kasus ini ditangani secara transparan dan akuntabel. Mereka juga menuntut Polri untuk mengevaluasi penggunaan kendaraan taktis dalam pengamanan aksi unjuk rasa agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2