BERITASIBER.COM | SUMENEP — Sorotan publik terhadap penggunaan anggaran Pengembangan Sistem Informasi Desa (PSID) di Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, masih berlanjut. Di tengah polemik tersebut, Kepala Desa Kerta Barat memilih tidak memberikan keterangan lanjutan kepada media, sehingga memicu kritik dari kalangan aktivis dan masyarakat.

Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah awak media dalam beberapa hari terakhir tidak mendapatkan respons. Kepala desa dilaporkan tidak menjawab panggilan telepon maupun pesan singkat, meskipun sebelumnya sempat menyampaikan klarifikasi singkat terkait penggunaan anggaran PSID.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sikap tersebut dinilai kontraproduktif dengan semangat transparansi pengelolaan Dana Desa. Aktivis sosial Tolak Amir menilai, ketertutupan kepala desa justru memperbesar keraguan publik terhadap efektivitas program PSID yang telah menyedot anggaran cukup besar.

“Ketika dana publik dipertanyakan, pejabat desa semestinya hadir memberi penjelasan. Diam justru menimbulkan persepsi negatif dan kecurigaan baru di tengah masyarakat,” ujar Amir, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, setiap penggunaan Dana Desa, termasuk untuk program sistem informasi, wajib disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami. Transparansi, menurutnya, tidak cukup hanya melalui laporan administrasi, tetapi juga harus disertai komunikasi yang aktif dengan masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2