Bustos juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Persela Lamongan serta masyarakat Indonesia yang telah menerimanya dengan penuh kehangatan sejak pertama kali berkarier di Tanah Air. Menurutnya, Indonesia bukan sekadar tempat bekerja, tetapi telah menjadi rumah kedua selama perjalanan karier profesionalnya.
“Indonesia menerima saya sebagai orang asing, dan hari ini saya pergi dengan perasaan menjadi bagian dari negeri yang luar biasa ini,” lanjutnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan rekan setim, staf pelatih, serta suporter yang selalu memberikan energi positif selama dirinya membela Persela.
Meski antusias untuk kembali ke Argentina, Bustos mengakui akan sangat merindukan kebersamaan dan persahabatan yang terjalin di Lamongan.
Ia menutup pesannya dengan harapan dapat kembali bertemu dan menjalin silaturahmi dengan keluarga besar sepak bola Indonesia di masa mendatang.
Kepergian Bustos jelas menjadi tantangan besar bagi Persela Lamongan. Kehilangan sosok kreator serangan di tengah musim membuat tim pelatih harus segera mencari solusi, baik melalui optimalisasi pemain yang ada maupun mendatangkan pengganti yang sepadan. Hingga saat ini, manajemen Persela belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang gelandang.






