Menurut Pak Yes, spesifikasi konstruksi Jalan Plembon–Made dirancang dengan kekuatan tinggi agar mampu menopang kendaraan bertonase besar. Hal tersebut dinilai krusial untuk mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Lamongan, sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi dan aktivitas logistik.
“Jalan ini kita rancang untuk jangka panjang. Kendaraan besar harus bisa melintas dengan aman karena ini berkaitan langsung dengan pertanian, distribusi barang, dan transportasi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Lamongan menegaskan bahwa Jalan Plembon–Made memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu koridor utama yang dilalui layanan Trans Jatim. Infrastruktur jalan yang representatif dinilai menjadi faktor kunci dalam menunjang kelancaran transportasi publik dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
“Jalur ini dilalui Trans Jatim, sehingga kualitas jalan harus benar-benar diperhatikan. Dengan kondisi jalan yang baik, layanan transportasi publik akan semakin optimal dan masyarakat semakin terbantu,” tambahnya.
Dengan diresmikannya Jalan Raya Plembon–Made, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap akses antarwilayah semakin terintegrasi, mobilitas masyarakat meningkat, serta roda perekonomian lokal dapat bergerak lebih cepat. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lamongan.





