“Kegiatan ini juga ingin mengenalkan inovasi yang bisa dikombinasikan dari sektor pertanian dan perikanan,” imbuhnya.
Antusiasme warga terlihat saat sesi diskusi dan praktik berlangsung. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu dan bapak-bapak, aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara pemeliharaan ikan serta tanaman. Peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung merangkai media budidaya lele yang dilengkapi tanaman hidroponik.
Praktik tersebut diharapkan dapat membuat warga lebih mudah memahami cara kerja sistem dibandingkan hanya mendapatkan materi secara teori. Warga juga dapat mengetahui tahapan dasar mulai dari menyiapkan wadah, memelihara ikan, hingga merawat tanaman yang ditanam di bagian atas media.
Dalam pelaksanaan program tersebut, BEM UNAIR menggandeng Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto sebagai kolaborator. Dukungan diberikan melalui bantuan sebanyak 200 bibit ikan lele yang disalurkan untuk mendukung keberlangsungan program Akua Lestari di Desa Dilem.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan satu hari. Panitia juga memberikan pendampingan teknis kepada warga agar inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Pendampingan mencakup penjelasan mengenai jenis dan pemberian pakan ikan lele, perawatan kualitas air, serta pemeliharaan tanaman hidroponik. Warga juga diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik dalam sistem yang sama.
Melalui Jagawana Volume 5, BEM UNAIR berharap kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Inovasi hidroponik lele tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan sekaligus mengintegrasikan sektor perikanan dan pertanian.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, program Akua Lestari diharapkan dapat berkembang menjadi praktik budidaya rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan masyarakat Desa Dilem sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.





