BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Momentum peringatan Hari Pers Nasional 2026 menjadi ajang refleksi bagi insan pers untuk meneguhkan kembali peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, Suparto Wijoyo, dalam tausiyah pada malam puncak peringatan HPN 2026 sekaligus HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Minggu (8/3/2026) malam itu dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari insan pers, tokoh masyarakat, hingga sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Suparto Wijoyo menekankan pentingnya peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Suparto menyampaikan bahwa profesi jurnalis memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi penghubung antara sumber informasi dengan masyarakat luas. Melalui karya jurnalistik, berbagai kebijakan, peristiwa, maupun gagasan dapat dipahami dengan lebih mudah oleh publik.
Ia menjelaskan bahwa peran wartawan tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pemerintahan. Informasi yang berasal dari lembaga seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah misalnya, perlu diterjemahkan oleh jurnalis agar dapat dipahami oleh masyarakat secara luas.
“Berbagai keputusan yang dihasilkan oleh lembaga pemerintahan perlu disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Di sinilah peran wartawan sebagai penghubung informasi menjadi sangat penting,” ujar Suparto.






