Ia juga menyinggung nilai-nilai literasi yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Alaq yang menekankan pentingnya membaca dan menulis sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan. Menurutnya, aktivitas menulis yang dilakukan para jurnalis memiliki makna penting dalam proses penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Suparto bahkan mengibaratkan wartawan sebagai “Jibril modern” yang membawa pesan-pesan informasi kepada masyarakat. Melalui karya jurnalistik yang ditulis dan dipublikasikan, informasi dapat menjangkau masyarakat luas dan memberikan pemahaman terhadap berbagai isu yang berkembang.
Menurutnya, setiap karya jurnalistik yang memberikan manfaat bagi masyarakat berpotensi menjadi amal yang terus mengalir bagi penulisnya. Oleh karena itu, para wartawan diharapkan selalu menjaga integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia juga mengajak para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia Lamongan untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, edukatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Ketika tulisan kita dibaca banyak orang dan memberikan manfaat, maka nilai kebaikannya dapat terus mengalir. Itulah salah satu kemuliaan dari profesi jurnalis,” tuturnya.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia Lamongan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi insan pers untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan.






