Selain melatih kreativitas, kegiatan ecoprint memberikan pengalaman belajar yang melibatkan berbagai kemampuan. Anak-anak belajar mengamati bentuk, tekstur, ukuran, serta warna daun dan bunga. Proses menyusun bahan dan menggunakan alat juga dapat melatih koordinasi gerak dan kemampuan motorik mereka.

Pengalaman belajar secara langsung tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar tempat tinggal mereka. Dengan mengenal lingkungan melalui aktivitas yang menyenangkan, kepedulian terhadap alam diharapkan dapat tumbuh secara lebih natural sejak usia dini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

JAGAWANA 5.0 merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas Airlangga dengan fokus pada edukasi lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan di dalamnya dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Workshop ecoprint menjadi salah satu bentuk implementasi tujuan tersebut. Melalui kegiatan sederhana, siswa diperkenalkan pada konsep bahwa bahan yang tersedia di lingkungan dapat dimanfaatkan secara kreatif dan memiliki nilai guna.

Pemilihan tote bag sebagai media ecoprint juga membawa pesan mengenai penggunaan produk yang dapat digunakan kembali. Tote bag hasil karya siswa tidak hanya menjadi kenang-kenangan dari kegiatan JAGAWANA 5.0, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik sekali pakai.

Kegiatan tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Nilai tersebut diterapkan melalui pengenalan pemanfaatan bahan alami, penggunaan kembali produk, serta pembentukan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan sejak usia sekolah.

Melalui ecoprint, pesan mengenai keberlanjutan tidak disampaikan semata-mata melalui teori, tetapi melalui pengalaman langsung. Siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk bagaimana memilih dan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar secara bertanggung jawab.

JAGAWANA 5.0 berharap kegiatan tersebut dapat meninggalkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan bagi siswa SDN Dilem, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan dapat berjalan bersama.

Dari selembar tote bag dan dedaunan di sekitar desa, para siswa belajar sebuah pesan sederhana: bahwa karya yang indah tidak selalu harus lahir dari bahan baru. Dengan memanfaatkan apa yang tersedia di alam secara bijak, generasi muda dapat mulai mengenal dan menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2