Melalui konsorsium TI-STIC, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan riset, investasi, dan transfer teknologi dari Taiwan. Fokus kerja sama tidak hanya berhenti pada penelitian akademik, tetapi juga diarahkan pada implementasi teknologi dalam skala industri agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Secara umum, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai melalui kerja sama bilateral tersebut. Pertama, mengurangi ketergantungan kota-kota besar terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui optimalisasi teknologi pengolahan limbah. Kedua, mendukung upaya dekarbonisasi dengan menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping. Ketiga, memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif.
Di sisi lain, Executive Director of Science and Technology Division Taipei Economic and Culture Office, En-Cheng Yang, menyambut positif kolaborasi strategis ini. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan waste to energy karena volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri.
Menurutnya, Taiwan memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi, mulai dari regulasi, teknologi pengolahan, hingga pengembangan sumber daya manusia di sektor lingkungan.
“Kerja sama ini tidak hanya sebatas transfer teknologi, tetapi juga mencakup penguatan kebijakan, pembangunan ekosistem industri hijau, serta mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi lingkungan dan energi berkelanjutan,” jelas En-Cheng Yang.
Forum internasional TI-STIC ini sekaligus menjadi bukti komitmen ITS dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-17 terkait kemitraan global.
Dengan sinergi lintas negara tersebut, ITS berharap pengembangan teknologi waste to energy dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.






