Otoritas Iran secara tegas melarang penggunaan perangkat tersebut; siapa pun yang tertangkap memilikinya bisa dijebloskan ke penjara hingga dua tahun. Pemerintah setempat pun terus melakukan razia besar-besaran untuk memutus jalur distribusi alat tersebut yang masuk secara ilegal melalui pasar gelap.
Selain ancaman hukum, biaya langganan Starlink di Iran sangat tidak masuk akal. Di aplikasi Telegram, data 1 GB dijual seharga $6 atau sekitar Rp95.000. Angka ini sangat mencekik mengingat rata-rata gaji bulanan masyarakat Iran hanya berkisar antara $200 hingga $300 saja.
Internet kini bukan lagi kebutuhan dasar di sana, melainkan kemewahan ekstrem yang harus ditebus dengan separuh nyawa dan harta.




