BERITASIBER.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih serta produktivitas sektor pertanian di berbagai wilayah Indonesia.
Berbagai upaya darurat hingga strategi jangka menengah terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.
Hingga 5 Agustus 2026, Kementerian PU telah melakukan penanganan di 492 titik kekeringan yang tersebar di sejumlah provinsi. Penanganan tersebut meliputi kawasan pertanian maupun permukiman yang terdampak berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa air merupakan sumber daya strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional.
Menurut Dody, tantangan perubahan iklim menuntut pemerintah untuk memiliki sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan responsif. Penanganan kekeringan tidak cukup dilakukan ketika krisis terjadi, tetapi harus disertai langkah antisipasi melalui optimalisasi infrastruktur serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi serta produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Dody.
Dalam sektor pertanian, Kementerian PU mengerahkan berbagai langkah cepat untuk mempertahankan pasokan air ke lahan produktif. Upaya tersebut meliputi pemompaan air dari sungai menuju areal persawahan, normalisasi saluran irigasi primer dan sekunder, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pemasangan sandbag untuk mengatur aliran air, optimalisasi saluran irigasi, hingga pemasangan pipa distribusi menuju lahan pertanian yang mengalami kekeringan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan produksi pertanian agar tanaman tetap memperoleh pasokan air yang cukup selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah berharap upaya tersebut mampu meminimalkan risiko gagal panen yang dapat berdampak terhadap stabilitas pasokan pangan nasional.





