LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, melakukan patroli kewilayahan untuk memantau potensi bencana alam di tengah kondisi kemarau. Salah satu fokus pemantauan dilakukan terhadap kondisi embung, lahan persawahan yang mengalami kekeringan, hingga potensi kebakaran dan pohon tumbang.

Patroli tersebut dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026) mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai. Petugas menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Sarirejo, termasuk area persawahan dan embung di Desa Gempoltukmloko dan sekitarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana yang dapat muncul akibat kondisi lingkungan selama musim kemarau.

Dalam patroli tersebut, personel Polsek Sarirejo melakukan monitoring kondisi debit air pada embung atau waduk. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan air sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang dapat berpengaruh terhadap lahan pertanian masyarakat.

Selain debit air, polisi juga memperhatikan kondisi lahan persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Kondisi lahan yang kering dinilai perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama ketika cuaca panas dan minim curah hujan.

Petugas juga melakukan pemantauan terhadap keberadaan pohon yang berpotensi tumbang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat maupun mengganggu aktivitas warga.

Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, SH, mengatakan kegiatan patroli kewilayahan menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

Patroli tidak hanya diarahkan untuk memantau potensi bencana, tetapi juga menjadi sarana bagi personel kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, petugas turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya di tengah situasi kemarau.

Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana maupun gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai penting karena warga menjadi pihak yang paling awal mengetahui perubahan kondisi di sekitar tempat tinggal maupun lahan mereka

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2