JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.
Kedua lembaga tersebut akan membentuk satuan tugas atau working group yang secara khusus menangani pengembangan UMKM agar semakin kuat, berdaya saing, dan mampu naik kelas.
Pembentukan working group tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara OJK dan Kementerian UMKM. Kelompok kerja ini nantinya menjadi wadah koordinasi lintas lembaga untuk mengintegrasikan berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan pelaku usaha.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan akses pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan dan dukungan untuk meningkatkan kapasitas bisnis sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Dalam kerja sama, kita ingin mendorong UMKM berkembang dan naik kelas. Kita membuat suatu satgas, yang akan bersama-sama menggarap bagaimana UMKM ini supaya bisa maju,” kata Friderica dalam keterangan pers tertulis, Rabu (12/8/2026).
Menurut Friderica, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah memperluas akses UMKM terhadap pendanaan dan pembiayaan dari sektor jasa keuangan. Akses pembiayaan dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, maupun mengembangkan kegiatan bisnis.
Namun, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada persoalan pembiayaan. OJK dan Kementerian UMKM juga akan mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengelola bisnis secara lebih profesional.
Dengan kapasitas yang semakin baik, UMKM diharapkan dapat bertransformasi dari usaha mikro dan kecil menjadi usaha yang lebih besar serta memiliki daya saing. Proses tersebut dinilai penting mengingat UMKM memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas perekonomian nasional.
Friderica menilai pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, sektor jasa keuangan tidak hanya memiliki peran dalam menyediakan pembiayaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang membantu pelaku usaha tumbuh.





