“Bagaimana UMKM bisa naik kelas dan semakin menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia. Dan kami akan membuat UMKM tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kerja sama dengan OJK merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan terintegrasi.
Menurut Maman, berbagai tantangan yang dihadapi UMKM membutuhkan kebijakan yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi antarinstansi diperlukan agar program yang menyangkut pembiayaan, pengembangan usaha, hingga perluasan pasar dapat saling mendukung.
“Diharapkan, sinergi antarlembaga dapat membuat berbagai kebijakan dan program untuk UMKM berjalan lebih terintegrasi. Mulai dari akses pembiayaan hingga pengembangan usaha dan perluasan pasar,” kata Maman.
Pembentukan working group diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi yang lebih efektif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.
Selain memperluas akses terhadap sektor keuangan, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat tata kelola, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan skala usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.
OJK dan Kementerian UMKM menilai penguatan sektor tersebut memiliki arti strategis bagi perekonomian Indonesia. UMKM yang semakin kuat dan berdaya saing diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui pembentukan satgas tersebut, pemerintah dan otoritas sektor keuangan berupaya memastikan berbagai kebijakan pengembangan UMKM dapat berjalan lebih terarah. Sinergi antarlembaga juga diharapkan mampu mempercepat proses transformasi UMKM menjadi sektor usaha yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.





