Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh kepala desa, koordinator kesehatan desa/ bidan desa, kader kesehatan desa, tim promkes puskesmas Deket serta masyarakat yang menderita hipertensi. Mereka antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi tentang program “Ragate”.
Ilkafah juga berharap seluruh penderita dan keluarga meningkat pengetahuannya, mampu menerapkan rendam kaki air hangat serta cara pengolahan makanan rendah garam dan melaksanakannya setiap hari saat menyiapkan menu makanannya.
“Sedangkan keberlanjutan dari kegiatan ini adalah dengan cara memberikan modul bagi kader, keluarga dan penderita dan lembar observasi berupa pengolahan makanan rendah garam, pelaksanaan hidroterapi serta hasil pengukuran tekanan darah yang akan dievaluasi tiap 3 bulan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan H. Afandi mengatakan kegiatan pendampingan bagi penderita hipertensi ini baru pertama kali diadakan di Desa Dlanggu dan beliau berharap kegiatan ini bisa diterapkan oleh masyarakat untuk mengontrol hipertensi yang jumlahnya semakin banyak.
“Kami berharap tidak hanya sekali ini dilaksanakan tapi akan ada lagi kegiatan seperti ini ditahun-tahun mendatang,” ujar Kades Dlanggu.
Ditempat yang sama Aida, SST. Bd., selaku bidan desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan mengungkapkan kesannya pada acara ini. Pihaknya merasa sangat senang karena untuk kegiatan penyuluhan dan pendampingan baru pertama kali diadakan disini dan kegiatan ini sangat membantu kami bagi para kader desa untuk mempermudah pengontrolan tekanan darah bagi penderita hipertensi.
“Terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat Fakultas Vokasi,” ujar Aida, SST. Bd., bidan desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan.






