Kegiatan ini memberikan dampak ganda. Di satu sisi, pelaku UMKM mendapatkan akses pasar yang luas. Di sisi lain, konsumen memiliki alternatif produk lokal yang berkualitas dengan harga terjangkau. Keberlanjutan Mince sebagai kegiatan rutin juga mendorong regenerasi pelaku UMKM muda untuk lebih berani berinovasi dan berbisnis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk memperbesar dampaknya, pemerintah daerah dapat mengintegrasikan teknologi digital dalam pelaksanaan Mince, seperti penggunaan aplikasi untuk transaksi cashless dan promosi produk. Hal ini tidak hanya memudahkan konsumen tetapi juga meningkatkan literasi digital para pelaku UMKM.

FEB UNISLA: Peluang di Tengah Dinamika Ekonomi Lamongan

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Lamongan, FEB UNISLA memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, FEB UNISLA dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan inovatif dalam dunia bisnis.

Salah satu peluang besar adalah menjadikan FEB UNISLA sebagai pusat inkubasi bisnis untuk UMKM. Mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha dalam mengembangkan strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan produk.

Dengan dukungan dosen dan mitra strategis, FEB UNISLA dapat menjadi laboratorium nyata untuk menciptakan inovasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, FEB UNISLA dapat menyelenggarakan forum bisnis yang menghubungkan pelaku UMKM dengan investor dan pembeli potensial.

Kegiatan semacam ini tidak hanya memperluas jaringan bisnis tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pelaku UMKM dalam menghadapi pasar global.

Menuju Ekosistem Ekonomi Lamongan yang Berdaya Saing

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan institusi pendidikan seperti FEB UNISLA menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di Lamongan.

Dengan memanfaatkan momentum awal tahun 2025, Lamongan memiliki peluang besar untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM di Jawa Timur.

Dukungan kebijakan yang pro-UMKM, penguatan infrastruktur digital, dan peningkatan literasi bisnis adalah langkah-langkah strategis yang perlu terus didorong. Di sisi lain, pelaku UMKM harus berani mengambil risiko untuk berinovasi dan memperluas pasar mereka.

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, ekonomi Lamongan tidak hanya akan bertahan di tengah tantangan global tetapi juga mampu menjadi model bagi daerah lain dalam memajukan sektor UMKM.

Tahun 2025 adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa Lamongan siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Oleh: Dr Abid Muhtarom, SE.,SPd.,MSE (dekan FEB UNISLA/ wakil ketua dewan pengupahan kabupaten Lamongan / wakil ketua ANSOR kabupaten Lamongan)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2