Menanggapi pernyataan tersebut, Joko Wiyono sangat menyayangkan sikap Bagus yang memberikan tawaran tersebut di grup WhatsApp.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Apalagi ini yang disuruh bagi yang golongan C. Saya nilai ini ada dugaan ketidakbenaran, meskipun mungkin yang dilakukan sekadar bergurau. Menurut saya, ini namanya pegkotak-kotakan media,” tegasnya.

Banyak awak media yang merasa bingung dengan pengelompokan golongan A, B, dan C yang diterapkan oleh Bagus Nur Cahyadi. Mereka mempertanyakan mengapa harus ada pembagian tersebut, sementara tujuan utama media adalah untuk menyampaikan informasi yang akurat dan transparan kepada publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Bagus menyatakan bahwa rekan-rekan yang dikeluarkan dari grup dianggap tidak mau taat dan tunduk pada aturan.

“Ya, namanya bermitra itu harus mau mengikuti aturan. Kalau tidak mau, berarti tidak bermitra,” ujarnya.

Sementara itu, Dodik Sumarsono, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pacitan, hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini.(Yuan).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2