Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati, menjelaskan bahwa kedua program layanan ini telah berjalan hampir tiga tahun dan dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang mengalami hambatan fisik maupun jarak.

“Kami berkomitmen memastikan semua warga memiliki identitas kependudukan. Pelayanan langsung ke rumah menjadi langkah penting agar tidak ada warga yang terabaikan,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tecto menambahkan, inovasi layanan bergerak ini tidak hanya mempercepat proses validasi data penduduk, tetapi juga meningkatkan integrasi administrasi dengan lembaga pemerintah lainnya.

“Pendekatan personal seperti ini efektif mengatasi keterbatasan akses. Dengan begitu, kualitas layanan publik dapat semakin efisien, inklusif, dan merata,” ujarnya.

Dengan keberlanjutan program Si Mamah dan Jalan Pintas, Pemkab Pasuruan berharap masyarakat rentan—termasuk penyandang disabilitas—dapat memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan tanpa hambatan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2