“Virus ini memang berisiko tinggi karena bisa menyebabkan peradangan pada otak. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus selalu dijaga meskipun saat ini belum ada kasus di daerah kita,” tambahnya.
Yany juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal penyakit, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, serta gangguan pernapasan. Gejala tersebut dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Lamongan mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan tersebut. Penggunaan masker juga dianjurkan, khususnya bagi warga yang sedang sakit, guna menekan risiko penularan kepada orang lain.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Jika mengalami batuk, pilek, dan demam, segera periksa ke dokter. Selain itu, tetap disiplin menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” terangnya.
Dinas Kesehatan Lamongan berkomitmen untuk terus memperkuat sistem surveilans, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan peran aktif warga, diharapkan potensi penyebaran penyakit menular dapat ditekan, sehingga situasi kesehatan masyarakat Lamongan tetap aman, terkendali, dan kondusif,” ungkapnya.





