BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus infeksi Virus Nipah di wilayah setempat.
Kendati demikian, upaya kewaspadaan tetap ditingkatkan dengan memperkuat sistem pemantauan terhadap sejumlah penyakit yang memiliki gejala mirip, seperti Influenza Like Illness (ILI) dan meningitis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif melakukan pengawasan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan guna mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kasus yang mengarah pada Virus Nipah.
“Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya kasus Virus Nipah di Lamongan. Namun, sebagai langkah antisipasi, kami memperketat pemantauan terhadap kasus ILI dan meningitis, karena keduanya memiliki gejala awal yang hampir serupa dengan Virus Nipah,” ungkap Yany, Selasa (10/02/2026).
Ia menjelaskan, pemantauan ini dilakukan secara menyeluruh melalui laporan rutin dari puskesmas, rumah sakit, serta jejaring surveilans kesehatan lainnya. Setiap temuan kasus dengan gejala mencurigakan akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebabnya.
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan tergolong sebagai salah satu virus berbahaya dengan tingkat fatalitas cukup tinggi. Berdasarkan data internasional, tingkat kematian akibat infeksi Virus Nipah dapat mencapai sekitar 40 persen, terutama karena virus ini berpotensi menimbulkan radang otak akut yang berujung pada komplikasi serius hingga kematian.





