“Pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan juga dinilai memiliki manfaat ganda. Selain membantu menyediakan kebutuhan sayuran secara mandiri, aktivitas tersebut dapat menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai tambah apabila dikelola secara serius,” ungkapnya.
Menurutnya, pengembangan tanaman seledri dan sawi dilakukan dengan memperhatikan proses perawatan mulai dari penyiapan lahan, penanaman, penyiraman, hingga pemeliharaan tanaman.
“Selain itu, konsistensi dalam merawat tanaman menjadi salah satu kunci agar hasil budidaya dapat tumbuh dengan baik,” imbuhnya.
Aipda Sugeng menegaskan bahwa aktivitas tersebut tetap dilakukan dengan menyesuaikan waktu dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri. Ia memanfaatkan waktu di luar jam dinas untuk mengelola lahan sehingga kegiatan bercocok tanam tidak mengganggu pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Tugas sebagai anggota Polri tetap menjadi prioritas. Bercocok tanam ini saya lakukan ketika ada waktu luang atau lepas dinas. Justru kegiatan seperti ini membuat waktu senggang menjadi lebih bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya,” tuturnya.
Semangat yang ditunjukkan Aipda Sugeng Priyanto menjadi gambaran bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk melalui langkah sederhana di lahan milik sendiri. Tidak sekadar menghasilkan sayuran, aktivitas tersebut juga mencerminkan nilai kemandirian, produktivitas, dan kepedulian terhadap pemanfaatan potensi lingkungan.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan pangan yang berkelanjutan, langkah sederhana seperti memanfaatkan lahan untuk menanam sayuran dapat menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan dari tingkat bawah. Dari halaman dan lahan milik sendiri, semangat tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi budaya produktif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Aipda Sugeng Priyanto membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dapat dilakukan dengan memberikan contoh positif dalam kehidupan sehari-hari. Budidaya seledri dan sawi di lahan sendiri menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi dalam membangun kemandirian sekaligus mendukung pengembangan ketahanan pangan di wilayah Lamongan.





