Keesokan harinya, tim ITS datang membawa alat georadar untuk mendeteksi kondisi bawah tanah dan melakukan pengukuran perimeter di sekitar area semburan.

“Hasil koordinasi dengan ITS dan Dinas ESDM Jawa Timur memastikan bahwa kondisi di sekitar semburan aman. Tidak ada potensi ledakan atau bahaya gas,” tegas Irvan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan, hingga kini penelitian lebih lanjut masih dilakukan oleh tim ahli ITS untuk mengetahui penyebab pasti semburan tersebut. Selain pemantauan langsung, Pemkot juga memasang CCTV di sekitar lokasi untuk membantu proses observasi dan analisis jarak jauh.

“Arahan Pak Wali Kota, CCTV diarahkan ke titik semburan agar proses pemantauan bisa terus dilakukan secara real time oleh tim ITS dan BPBD,” pungkas Irvan.

Dengan hasil sementara yang menyatakan kondisi aman, BPBD Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Kota Surabaya memastikan akan terus memantau perkembangan fenomena semburan air di Rungkut hingga tuntas.(**)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2