“Strateginya tepat sasaran. Rasa rokoknya halus, tapi tetap kuat, sesuai dengan selera perokok tradisional,” ungkap salah satu pedagang rokok eceran.
Analis industri rokok menilai fenomena Boss V Red Edition bisa menjadi bukti bahwa produk lokal Madura mampu bersaing secara global.
“Jika tren ini terus berlanjut, Boss V berpeluang menantang dominasi merek besar yang sudah lama ada,” jelas Dr. Satriawan, pengamat industri rokok asal Surabaya.
Banyak perokok mengaku beralih ke merek ini karena rasanya yang khas dan kemasan yang terkesan modern. Testimoni positif terus bermunculan, baik dari konsumen di Madura maupun dari luar daerah.
“Dulu saya pakai merek lama. Setelah coba Boss V, ternyata lebih pas di lidah. Sekarang jadi pilihan utama,” kata Fikri, warga Sumenep.(Akm)






